TB

<< MTs. NEGERI 2 LOMBOK BARAT >> << ISLAMI, UNGGUL, DAN TERAMPIL >>

Minggu, 18 November 2018

PERINGATAN MAULID NABI MUHAAMD S.A.W.


Spanduk Maulid Nabi Muhammad S.A.W. 1440 H.
Sungguh, Telah Ada Pada Diri Rasulullah Itu Suri Tauladan Yang Baik Bagimu”(Al-Ahzab.21). Itu adalah salah satu penggalan pujian Allah pada diri Rasulullah.
Nabi Muhammad S.A.W. diutus salah satunya dengan tujuan untuk menyempurnakan akhlak manusia. Ini artinya bahwa kondisi ummat manusia (Bangsa Arab) pada saat itu memiliki akhlak yang tidak baik. Wajarlah kurun ini banyak disebut sebagai jaman jahiliyah. Apakah bangsa Arab saat itu termasuk bangsa yang bodoh?. Tentu tidak. Bahkan saat itu bangsa Arab dikenal dengan bangsa yang mumpuni dengan karya satra, terutama syair-syairnya. Sejarah telah mencatat bahwa pada kurun itu banyak tergantung karya syair yang menang dalam setiap lomba di dinding Ka’bah. Labid Bin A’shom adalah salah satu tokoh yang sering memenangkan lomba menulis syair.
Kepala Madrasah Beri Sambutan
Walaupun syair-syair tersebut berisikan sesuatu yang baik, namun ternyata kebaikan dan keindahannya tidak terlefksi pada akhlak bangsa Arab kala itu. Tidak jarang terdengar seorang bapak mengubur anak perempuannya hidup-hidup karena dianggap sangat aib. Inilah barangkali puncak kebodohan bangsa Quraisy sehinnga perlu diturunkan  seorang nabi untuk memperbaiki keburukan akhlak tersebut. Apakah dengan begitu bahwa Muhammad hanya diutus untuk Bangsa Arab saja? Tidak. Kehadiran sosok yang digelari dangan Al-Amin terseut diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.
TGH.Taufikurrahman, LC.
Dalam konteks sebagai rahmat bagi seluruh alam, maka pribadi Muhammad akan selalu cocok dengan setiap zaman. Sebagaimana pepatah “tidak lekang dimakan panas, tidak lapuk dimakan hujan”. Akhlak beliau akan selalu menjadi trend pada setiap kurun kehidupan manusia. Dalam kurun zaman yang penuh dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini, yang sangat berdampak pada akhlak dan budi pekerti manusia, akhlak beliau akan menjadi dambaan bagi setiap orang. Seorang bapak akan sangat bahagia jika anak-anaknya bisa menempatkan sosok ayah seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah. Sebaliknya, anak akan sangat bahagia jika bapaknya menjadi pribadi yang bisa menyanyangi dan melindungi anak-anaknya.
Ada sepenggal kisah dimana Rasulullah bertemu dengan seorang anak (Umar bin Abu Salamah) yang sedang makan, beliau berpesan, “Wahai anak, ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kanan dan makanlah yang terdekat denganmu”. Dari kisah ini, sungguh cara makan saja sangat diperhatikan oleh Rasulullah sejak dini. Ini artinya bahwa perkara etika harus ditanamkan sejak awal dalam rangka pembiasaan sehinggan nanti setelah dewasa cara makan akan menjadi akhlak yang baik bagi siapa saja.

Berikut lengkapnya akhlak makan dan minum yang diajarkan Rasulullah.

1. Makanan Seorang Muslim: Baik dan Halal

a. Firman Allah Ta’ala, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah: 172)
b. Firman Allah Ta’ala, “(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (QS. Al-A’raf: 157)
Dewan Guru Usai Acara Maulid Nabi

2. Membaca Basmalah Saat Makan dan Memulai dengan yang Terdekat

a. Dari Umar bin Abu Salamah r.a, ia berkata, “Saat masih kecil di pangkuan Rasulullah, tanganku bergerak ke sana- ke mari di piring, kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Wahai anak, ucapkanlah ‘Bismillah,’ makanlah dengan tangan kanan dan makanlah yang terdekat denganmu.” Setelah itu berubahlah cara makanku seperti itu. 1
b. Dari Ibnu Mas’ud r.a berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
Siapa yang lupa untuk menyebut nama Allah ketika memulai makan, maka hendaklah ia mengucapkan saat ingat, ‘Bimillahi fi awwalihi wa akhirhi (Dengan nama Allah di awal dan di akhir makanan).” Maka ia seperti menghadapi makanan baru lagi dan mencegah apa yang tadi sudah didapat setan.” 2

3. Makan dan Minum dengan Menggunakan Tangan Kanan

Dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
Jika salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan menggunakan tangan kanan, dan jika ia minum, maka minumlah dengan menggunakan tangan kanan, karena sesungguhnya setan itu makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri.” 3


4. Bernafas di Luar Bejana ketika Hendak Minum

Dari Anas r.a berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bernafas tiga kali ketika hendak minum dan bersabda,
Sesungguhnya yang demikian itu lebih segar, lebih steril dan lebih memuaskan.” 4

5. Cara Memberi Minum Orang Lain

Dari Anas bin Malik r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam diberi susu penuh, sedang di sebelah kanannya seorang Arab Badui dan di sebelah kirinya Abu Bakar. Beliau meminumnya kemudian memberikannya kepada Arab Badui seraya beliau bersabda, “Dari kanan kemudian ke kanannya.” 5
Add caption

6. Tidak Minum Sambil Berdiri

a. Dari Abu Said Al-Khudri r.a, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang minum sambil berdiri. 6
b. Dari Abu Hurairah r.a, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam melihat seorang lelaki minum sambil berdiri, kemudian bersabda, “Muntahkanlah” Ia berkata, “Kenapa?” Beliau bersabda, “Apakah kamu suka minum bersama seekor kucing?” Ia menjawab, “Tidak.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya ikut minum bersama kamu sesuatu yang lebih buruk dari seekor kucing, yaitu setan.” 7

7. Tidak Makan dan Minum dari Tempat yang Terbuat dari Emas dan Perak

Dari Hudzaifah r.a, ia berkata, “Aku mendengar Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Janganlah kamu memakai sutra dan kain diibaj ‘sutra yang lebih halus’; dan janganlah minum dengan menggunakan bejana yang terbuat dari emas atau perak. Janganlah makan dengan menggunakan piring dari emas atau perak, karena perabot itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia, dan untuk kita di akhirat.” 8

8. Tata Cara Makan

a. Dari Kaab bin Malik r.a, ia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam makan dengan menggunakan tiga jari, dan beliau menjilati tangannya sebelum membersihkannya.” 9

b. Dari Anas r.a, jika Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam makan beliau menjilati ketiga jarinya. Anas berkata, “Rasulullah bersabda, “Jika suapan kalian terjatuh, maka hendaklah diambil dan dibersihkan dari penyakit (kotoran), kemudian dimakan serta tidak meninggalkannya untuk setan.” Beliau memerintahkan untuk menghabiskan sisa makanan. Beliau bersabda, “Sesungguhnya kalian tidak tahu dari sisi makanan mana yang mengandung berkah.” 10
c. Dari Ibnu Umar r.a, ia berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang (umatnya) menelan dua kurma sekaligus sebelum meminta izin kepada teman-temannya.” 11
d. Dari Ibnu Umar r.a, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Hendaklah setiap orang di antara kalian makan dengan menggunakan tangan kanannya, minum dengan menggunakan tangan kanan, mengambil dengan menggunakan tangan kanan, dan memberi dengan menggunakan tangan kanan, karena sesungguhnya setan makan dengan menggunakan tangan kiri, minum dengan menggunakan tangan kiri, memberi dengan menggunakan tangan kiri dan mengambil dengan menggunakan tangan kiri.” 12

9. Kadar (Ukuran) Makan yang Baik

Dari Miqdam bin Ma’dikarib r.a, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Tidaklah anak Adam memenuhi bejana lebih buruk dari memenuhi perutnya. Cukuplah bagi bani Adam makanan yang dapat menegakkan tulang rusuknya, kalau tidak boleh tidak (harus memenuhi perutnya) hendaklah 1/3 (perutnya) untuk makanan, 1/3 untuk minuman dan 1/3 lagi untuk nafasnya.” 13

10. Tidak Mencaci Makanan

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah mencaci makanan sama sekali, jika beliau tidak menyukainya maka beliau memakannya, jika beliau tidak suka beliau meninggalkannya.” 14

11. Tidak Makan Secara Berlebihan

Dari Ibnu Umar r.a, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
Orang kafir makan dengan tujuh usus, sedangkan orang mukmin makan dengan satu usus.” 15

12. Keistimewaan Makan dan Membaginya

a. Dari Jabir bin Abdullah r.a, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘(Jatah) makanan satu orang cukup untuk dua orang, makanan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang cukup untuk delapan orang.” 16
b. Dari Abdullah bin Amr r.a, seorang lelaki bertanya kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang perbuatan yang paling baik dalam Islam. Beliau bersabda,
Memberi makanan, dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang tidak engkau kenal.” 17
c. Dari Abu Ayyub Al-Anshari r.a, ia berkata, “Jika Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menerima makanan beliau memakan sebagian dan mengirimkan sisanya kepadaku.” 18

13. Memuji Hidangan

Dari Jabir bin Abdullah r.a, Nabi SAW bertanya kepada tuan rumah tentang lauk-pauk yang dihidangkan. Mereka berkata, “Kita tidak memiliki makanan kecuali khal (cuka, sejenis asinan).” Kemudian beliau minta agar dibawakan khal, dan memakannya seraya bersabda, “Sebaik-baik lauk-pauk adalah khal dan sebaik-baik lauk pauk adalah khal.” 19

14. Tidak Meniup Minuman

Dari Abu Said Al-Khudri r.a, ia berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang minum dari lubang tempat air, dan melarang meniup minuman.” 20

15. Pemberi Air Minum Hendaknya Meminum Terakhir Kali

Dari Abu Qatadah r.a berkata, “Rasulullah berkhutbah kepada kami dan di akhir khutbahnya beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang memberi minum suatu kaum maka dialah yang minum terakhir kali.” 21

16. Berkumpul untuk Makan Bersama

Dari Wahsyi bin Harb, dari bapaknya, dari kakeknya, “Para sahabat Rasulullah berkata, ‘Ya Rasulullah, kami makan namun tidak merasa kenyang.’ Beliau bersabda, ‘Mungkin kalian berpencar-pencar (ketika makan).’ Mereka berkata, ‘Benar.’ Beliau bersabda, “Berkumpullah ketika makan, dan sebutlah nama Allah atasnya, maka Dia akan memberikan makan kalian.” 22

17. Menghormati Tamu dan Melayaninya Sendiri

a. Firman Allah Ta’ala, “Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaamun”. Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal”. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan“. (QS. Adz-Dzariyat: 24-27)
b. Dari Abu Syuraih Al-Ka’bi r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menghormati tamunya, masa pelayanannya sehari semalam, masa bertamunya tiga hari dan setelah itu adalah sedekah, tidak halal baginya (tamu) untuk menetap di tempatnya sampai membuat tuan rumah terganggu.”  23

18. Posisi Duduk ketika Makan

a. Dari Abu Juhaifah r.a, ia berkaa, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya aku makan tidak dengan bersandar.” 24
b. Dari Anas r.a berkata, “Aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam duduk dengan menegakkan kedua betis dan paha (muq’i) ketika makan kurma.” 25
c. Dari Abdullan bin Bisr r.a, ia berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam diberi hadiah daging kambing, saat memakan daging tersebut, beliau duduk bersimpuh. Seorang Badui berkata, ‘Duduk (pertemuan) apa ini? Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah menjadikanku hamba yang mulia, tidak menjadikanku sebagai orang yang diktator dan pembangkang.” 26

19. Sifat Makan Orang Sibuk

Dari Anas r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam diberi kurma, kemudian Rasulullah membaginya sambil berjalan tergesa-gesa, kemudian memakannya dengan cepat. Dalam riwayat Zuhair, “Makan dengan terburu-buru.” 27

20. Kencangkan (Tutup) Minuman dan Menyebut Nama Allah Saat Tidur

Dari Jabir r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tutuplah pintumu, sebutlah nama Allah, matikan lampu dan sebutlah nama Allah, kencangkan (tutup) minumanmu dan sebutlah nama Allah, tutuplah bejanamu dan sebutlah nama Allah, meski kamu menutupinya dengan sesuatu (yang bukan tutupnya).” 28

21. Makan Bersama Pembantu

Dari Abu Hurairah r.a, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika pembantu salah seorang di antara kalian datang membawa makanan, jika kalian tidak memintanya duduk bersama maka hendaklah mengambilkan untuknya satu makanan atau dua makanan, sesuap atau dua suap. Karena dialah yang menangani panasnya makanan dan pengolahannya.” 29

22. Mendahulukan Makan Malam daripada Shalat Isya

Dari Anas bin Malik r.a, dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
“Jika makan malam telah dihidangkan sedang shalat (Isya) sudah didirikan maka dahulukanlah makan malam.” 30

23. Tata Cara Makan yang Benar di Sebuah Nampan

Dari Ibnu Abbas r.a, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, “Jika salah seorang di antara kalian mengonsumsi makanan di sebuah nampan, maka jangan memulainya dari bagian tengah, tapi dari bagian pinggir, karena keberkahan terdapat di bagian tengah.” 31

24. Bacaan Setelah Makan

Dari Muadz bin Anas r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, “Siapa yang usai makan, kemudian berdoa, “Alhamdulilahil Ladzii Ath’amani Hadzath Tha’sama wa Razaqanihi Min Ghairi Haulim Minnii Walaa Quwwah’ (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan memberi rezekiku ini tanpa kesusahan dan kekuatan dariku), maka akan dimaafkan segala dosa yang telah lalu darinya.”

Sabtu, 17 November 2018

PERINGATAN HARI PAHLAWAN 10 NOPEMBER 2018

Kepala Madrasah sedang memberikan motivasi
10 Nopember sudah sangat terkenal bagi kalangan dunia pendidikan. Tanggal ini merupakan tonggak yang sangat penting bagi kemerdekaan  Bangsa Indonesia yang pernah dijajah oleh bangsa asing (Belanda dan Jepang) kurang lebih selama 350 tahun. Tanggal ini yang selanjutnya diperingati sebagai hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Nopember tiap tahunnya.

Bagi Lembaga pendidikan , seperti MTs. Negeri 2 Lombok Barat, peringat 10 Nopember memiliki makna yang sangat penting dalam rangka menanamkan rasa cinta kepada Bangsa dan tanah air Indonesia.

Selasa, 05 Desember 2017

UJIAN AKHIR SEMESTER


Ujian Akhir Semester (UAS) merupakan agenda rutin akhir setiap semester. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan evaluasi untuk mengetahui sjauh mana pencapaian siswa dalam satu semester ini dalam menguasai semua bahan ajar atau kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa. 

Untuk kelancaran kegiatan ini dibentuk panitai pelaksana yang akan bertanggung jawab terhadap keberhasilan penyelenggaraan UAS ini. Dalam kepanitiaan ini beranggotakan guru dan staff TU yang bekerja menyiapkan dari pembuatan soal, pengadaan, dan pengepakan soal ke masing-masing kelas. 

Ada hal yang istimewa pada UAS kali ini yakni monitoring yang dilakukan oleh Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah NTB, Drs. H.Nasruddin bersama kabid Pakis, Jalalussayuti,M.Pd.

Jumat, 24 November 2017

PERINGATAN HARI GURU NASIONAL (HGN) 72 DI MTs.NEGERI 2 LOMBOK BARAT

Spanduk dalam rangkan peringatan Hari guru nasional Ke 72 tahun 2017

MTsN 2 Lobar melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional ke-72 pada hari Sabtu,25 Nopember 2017 di lapangan MTsN 2 Lobar. Upacara peringatan ini dihadiri oleh sekitar 200 siswa/siswi dan beberapa unsur terdiri dari Kepala Madrasah bersama dewan guru MTsN 2 Lobar dan karyawan-karyawati serta Guru-guru DPK lingkup Kementerian Agama Lobar. Acara tersebut dimulai pada pukul 07.15-selesai kemudian dirangkai dengan pengumuman juara lomba kebersihan kelas dan guru paforit pilihan siswa.
Bu Budi Saat baca puisi
Pemotongan Nasi Tumpeng Oleh Kepala Madrasah
Penyerahan bingkisan
 Dalam acara tersebut bertindak selaku inspektur upacara Kepala MTsN 2 Lobar (Hermansyah) dan dalam waktu bersamaan beliau menyampaikan amanat yang isinya menekankan tentang pentingnya menjaga dan menumbuhkan rasa tanggung jawab para guru terhadap tugas-tugasnya di dalam membimbing dan mendidik para siswanya untuk menjadi generasi yang beriman dan berakhlaq dan disiplin dalam memenaj waktu dengan sebaik-baiknya untuk belajar dan berkreasi.Dan bagi yang difavoritkan diberikan tanda mata (hadiah) berupa bingkisan sederhana. Adapun guru yang difavoritkan siswa adalah Makrip, S.Pd.I, difavoritkan oleh siswa kelas IX, Ernanik Khusnuk Khotimah, S.Pd. difavoritkan olehh siswa kelas VIII, dan Setiawati Budihartati, S.Pd. difavoritkan oleh siswa kelas VII.
Siswa sedang baca puisi
Kelas Yang Juara I


Peringatan ini juga diisi dengan pembacaan beberapa puisi tentang guru oleh siswa dan guru.  Yang pada intinya memberikan penghargaan dan penghormatan kepada semua guru yang telah mendarmabaktikan dirinya untuk siswa. 

Peringatan HGN tahun ini juga dimeriahkan dengan lomba tata kelas oleh semua siswa. Semua ruang kelas, atas arahan dan bimbiingan wali kelas masing-masing mengatur dan menghias ruang kelasnya dengan berbagai aasesoris yang sangat meriah. Dalam lomba ini dimenangkan oleh kelas IXA.



Kamis, 16 November 2017

PRAKTEK BAHASA INGGRIS

Banyak cara untuk melakukan pembelajaran yang secara langsung membei pengalaman belajar kepada siswa. Dalam konsep pembelajaran Kurikulum 2013, siswa dapat melakukannya melalui kegiatan praktek. Kegiatan ini akan memeiliki makna belajar jika disiapkan dengan baik oleh guru seseuai dengan kompetensi yang akan dicapai oleh siswa. Dalam belajar Bahasa Inggris misalnya, dengan materi tes Procedure, siswa bisa praktek berbicara dalam bahasa Inggris sambil praktek membuat sesuatu, atau memeragakan cara melakuan sesuatu. 


Untuk lancarnya kegaiatan praktek siswa sebelumnya bisa disiapkan dengan teks procedure tertentu yang  berbentuk resep makanan atau minuman atau bisa juga berbagai manual sederhana yang mungkin akan sangat bermanfaat bagi siswa. Teks procedure tersebut selanjtnya ditamgahkan dengan bahasa pengantar yang nanati akan disampaiakan kepada  temannya sambil praktek membuatnya. Misalnya, ketika siswa akan memerakan bagaimana cara membuat jus Jeruk, maka mereka harus menulis teks sederhananya mulai dari bahan (ingredients) dan alat(utensils) yang dibutuhkan untuk membuat Jus Jeruk. Dan yang lebih penting tentunya siswa juga harus menulis langkah-langkah (steps) yang akan dilakaukan untuk mebuat Jus Jeruk.. 

Senin, 13 November 2017

PERINGATAN 10 NOVEMBER DI MTs.N.2 LOBAR

Paskib lagi selfi
Pendidikan memang tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas melalui kegiatan pembelajaran saja. Namun dengan prinsip "belajar bisa di mana saja" siswa MTs.Negeri 2 Kediri mendapatkan pengalaman belajar melalui kegiatan Upacara Bendera dalam rangka peringatan hari Pahlawan Nasional ke 72 tanggal 10 Nopember 2017. 

Melalui kegiatan ini secara tidak langsung siswa dididik untuk memiliki rasa cinta tanah air dalam rangka merajut keutuhan NKRI. Ini sangat penting karena dalam Kurikulum pembelajaran di ruang kelas siswa tidak lagi secara khusus mendapatkan pelajaran tentang sejarah perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan. Dengan kata lain, kalau boleh berpendapat bahwa siswa secara sedikit demi sedikit tidak akan mengetahui sejarah bangsanya. Pada gilirannya nanti bisa dipastikan siswa sebagai penerus bangsa ini tidak memiliki rasa cinta tanah air sehingga akan berpeluang memunculkan upaya pecah belah bangsa yang besar ini.

Foto Dewan Guru Usai Apel Hari Pahlawan
Selain penanaman rasa kebangsaan, juga melalui peringatan ini siswa dididik untuk mampu mengemban tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh guru untuk menyiapkan mereka menyongsong era globalisasi yang sarat dengan tantangan. Melalui penunjukan petugas pengibar bendera, misalnya, siswa akan berlatih lebih disiplin agar mereka bisa tampil dalam acara peringatan tersebut lebih memuasakan. Melalui latihan-latihan ini siswa akan memupuk kerjasama dengan orang lain (temannya) sebagai salah satu bentuk latihan "team work" dalam semuabentuk kegiatan kelompok sebagai cikal bakal kehidupan bermasyarakat dimana mereka tinggal (Team Humas)