TB

<< MTs. NEGERI 2 LOMBOK BARAT >> << ISLAMI, UNGGUL, DAN TERAMPIL >>

Rabu, 06 April 2016

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) 2016/2017

Latihan PMR di Pantai Cemare
Tahun Pelajaran 2016/2017 sudah di ambang pintu. Bagi siswa yang berada di kelas enam SD akan segera melanjutkan ke jenjang SMP atau MTs. Sedangkan yang duduk di SMP atau MTs. akan melanjutkan ke SMA, SMK, atau MA. Untuk itu semua siswa harus berfikir kemana akan melanjutkan sekolahnya.
Pasukan Gerak Jalan Indah

Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan, Madrasah Tsanawiyah Negeri Kediri kini siap menerima siswa yang sudah tamat dari SD atau MI. Sebagai bahan pertimbangan, di MTs. Negeri Kediri memiliki banyak kegiatan ekstra seperti PMR, Pramuka, Paskib, Marching Band dan lainnya. tentu dengan adanya kegiatan ini akan menjadi salah satu tempat bagi siswa untuk megembangkan minat dan bakatnya masing-masing. Disamping kegiatan ekstra yang banyak, juga sekarang madrasah ini memiliki gedung yang baru denga lahan kosong sebagai tempat bermain yang luas. Selain itu mulai tahun sekarang ini di MTs.N.Kediri sudah memiliki jaringan internet gratis untuk guru dan siswa. Barangkali inilah beberapa alasan untuk memilih madrasah ini sebagai tempat untuk melanjutkan studi. 













Minggu, 03 April 2016

KELAS IX SIAP TEMPUR UAMBN DAN UN

UAMBN tinggal satu hari lagi,yuk...teman-teman kita gunakan waktu sebaik-baiknya untuk belajar dalam rangka mempersiapkan

UAMBN DAN UN UDAH SEMAKIN DEKAT,YUK KITA BELAJAR

Bagi siswa Madrasah Tsanawiyah, pelaksanaan Ujian Madrasah Bertsandar Nasional (UAMBN) dan Ujuan Nasional (UN) sudah dekat. Menurut POS UAMBN dan UN, UAMBN akan dilaksanakan tanggal 11 -14 April 2016. Sedangkan UN akan ditetapkan pelaksanaannya tanggal 9 - 12 Mei 2016. Secara Khusus di MTs.Negeri Kediri telah disusun pelaksnaan UAMBN terintegrasi dengan Ujian Sekolah, dan Ujian Praktek seperti terlihat dalam daftar berikut ini.

Minggu, 20 Maret 2016

ADAB MENUNTUT ILMU

Bismillahi wabihamdihi.
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Saudaraku kaum muslimin dan para pencinta ilmu dimana saja berada ....
semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua amin ...
  
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan tentang Islam, termasuk di dalamnya masalah adab. Seorang penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia. Dia harus mengamalkan ilmunya dengan menerapkan akhlak yang mulia, baik terhadap dirinya maupun kepada orang lain.
Berikut diantara adab-adab yang selayaknya diperhatikan ketika seseorang menuntut ilmu syar’i,
Pertama, Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu
Dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas karena Allah Ta’ala dan seseorang tidak akan mendapat ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena Allah. “Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar beribadah hanya kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan memurnikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah:5)
Orang yang menuntut ilmu bukan karena mengharap wajah Allah termasuk orang yang pertama kali dipanaskan api neraka untuknya. Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya aroma surga pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)
Kedua, Rajin berdoa kepada Allah Ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat
Hendaknya setiap penuntut ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan memohon pertolongan kepadaNya dalam mencari ilmu serta selalu merasa butuh kepadaNya.
Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk selalu memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan berlindung kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat, karena banyak kaum Muslimin yang justru mempelajari ilmu yang tidak bermanfaat, seperti mempelajari ilmu filsafat, ilmu kalam ilmu hukum sekuler, dan lainnya.
Ketiga, Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu
Dalam menuntut ilmu syar’i diperlukan kesungguhan. Tidak layak para penuntut ilmu bermalas-malasan dalam mencarinya. Kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan izin Allah apabila kita bersungguh-sungguh dalam menuntutnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda, “ Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu (1) orang yang rakus terhdap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan (2) orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi)
Keempat, Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah Ta’ala
Seseorang terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat dapat menghalangi ilmu yang bermanfaat, bahkan dapat mematikan hati, merusak kehidupan dan mendatangkan siksa Allah Ta’ala.
 Kelima, Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu
Sombong dan malu menyebabkan pelakunya tidak akan mendapatkan ilmu selama kedua sifat itu masih ada dalam dirinya.
Imam Mujahid mengatakan,
لاَ يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحْىٍ وَلاَ مُسْتَكْبِرٌ
“Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong” (HR. Bukhari secara muallaq)
Keenam, Mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh atau guru
Allah Ta’ala berfirman, “… sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az-Zumar: 17-18)
Ketujuh, Diam ketika pelajaran disampaikan
Ketika belajar dan mengkaji ilmu syar’i tidak boleh berbicara yang tidak bermanfaat, tanpa ada keperluan, dan tidak ada hubungannya dengan ilmu syar’i yang disampaikan, tidak boleh ngobrol. Allah Ta’ala berfirman, “dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raaf: 204)
Kedelapan, Berusaha memahami ilmu syar’i yang disampaikan
Kiat memahami pelajaran yang disampaikan: mencari tempat duduk yang tepat di hadaapan guru, memperhatikan penjelasan guru dan bacaan murid yang berpengalama. Bersungguh-sungguh untuk mengikat (mencatat) faedah-faedah pelajaran, tidak banyak bertanya saat pelajaran disampaikan, tidak membaca satu kitab kepada banyak guru pada waktu yang sama, mengulang pelajaran setelah kajian selesai dan bersungguh-sungguh mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.
Kesembilan, Menghafalkan ilmu syar’i yang disampaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan menyampaikannya. Banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham daripadanya…” (HR. At-Tirmidzi).
Dalam hadits tersebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa kepada Allah Ta’ala agar Dia memberikan cahaya pada wajah orang-orang yang mendengar, memahami, menghafal, dan mengamalkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka kita pun diperintahkan untuk menghafal pelajaran-pelajaran yang bersumber dari Al-Quran dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kesepuluh, Mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan
Ketika belajar, seorang penuntut ilmu harus mencatat pelajaran, poin-poin penting, fawaa-id (faedah dan manfaat) dari ayat, hadits dan perkataan para sahabat serta ulama, atau berbagai dalil bagi suatu permasalahan yang dibawa kan oleh syaikh atau gurunya. Agar ilmu yang disampaikannya tidak hilang dan terus tertancap dalam ingatannya setiap kali ia mengulangi pelajarannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR. Ibnu ‘Abdil Barr)
Kesebelas, Mengamalkan ilmu syar’i yang telah dipelajari
Menuntut ilmu syar’i bukanlah tujuan akhir, tetapi sebagai pengantar kepada tujuan yang agung, yaitu adanya rasa takut kepada Allah, merasa diawasi oleh-Nya, taqwa kepada-Nya, dan mengamalkan tuntutan dari ilmu tersebut. Dengan demikian, barang siapa saja yang menuntut ilmu bukan untuk diamalkan, niscaya ia diharamkan dari keberkahan ilmu, kemuliaan, dan ganjaran pahalanya yang besar.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri.” (HR Ath-Thabrani)
Kedua belas, Berusaha mendakwahkan ilmu
Objek dakwah yang paling utama adalah keluarga dan kerabat kita, Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahriim: 6).
Hal yang harus diperhatikan oleh penuntut ilmu, apabila dakwah mengajak manusia ke jalan Allah merupakan kedudukan yang mulia dan utama bagi seorang hamba, maka hal itu tidak akan terlaksana kecuali dengan ilmu dan akhlaqu karimah. Dengan keduanya, seorang dapat berdakwah. Bahkan demi sempurnannya dakwah, ilmu itu harus dicapai sampai batas usaha yang maksimal. Berikut syarat yang harus dipenuhi bagi para da'i :
  1. Aqidah yang benar, seorang yang berdakwah harus meyakini kebenaran ‘aqidah Salaf tentang Tauhid Rububiyyah, Uluhiyyah, Asma’ dan Shifat, serta semua yang berkaitan dengan masalah ‘aqidah dan iman.
  2. Manhajnya benar, memahami Al-quran dan As-sunnah sesuai dengan pemahaman Salafush Shalih.
  3. Beramal dengan benar, semata-mata ikhlas karena Allah dan ittiba’ (mengikuti) contoh dan suri tauladan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.  ( Makrip,S.PdI )

Sabtu, 19 Maret 2016

MTsN KEDIRI SIAP SONGSONG TIBANYA UAMBN DAN UN 2016 DAN AKREDITASI

Rapat yang dilakasanakan pada sabtu,19 Maret 2016 kemarin,di ruang Multimedia MTsN Kediri yang dimulai pagi pukul 10.10 wita-selesai yang dihadiri oleh keluarga besar MTsN Kediri yang terdiri dari Kepala madrasah,semua dewan guru beserta bendahara madrasah dan staf TU. Pada rapat tersebut membahas tentang berbagai macam permasalahan-permasalahan yang menyangkut tentang KBM,persiapan menyambut tibanya UAMBN dan UN demikian juga persiapan untuk Akreditasi madrasah yang insya Allah akan dilaksanakan pada Mei mendatang. Dalam rapat tersebut juga disampaikan oleh Hermansyah,S.Pd selaku Kepala Madrasah tentang pentingnya akhlaq dan etika yang harus ditanamkan kepada anak didik oleh para Pendidik dalam hal ini Guru,bagaimana siswa berakhlaq kepada Guru,kepada ilmu dan kepada teman-temanya baik di lingkungan madrasah maupun dilingkungan masyarakat sekitar. Beliau melanjutkan himbauannya bahwa ilmu tanpa dibarengi dengan akhlaqul karimah tidak akan membuahkan keberkahan demikian juga akhlaq tanpa ilmu tidak akan sempurna. Lebih lanjut lagi beliau menghimbau kepada semua peserta rapat untuk "mari kita tebarkan senyum,salam dan sapa antar guru,antar siswa dan antar semuanya agar tercipta di madrasah ini rasa kedamaian dan ketentaraman dilingkungan sekitarnya." Hal ini berangkat dari sebuah hadits Rasulullah saw yang berbunyi :    
                                                                                                            اَفْشُواالسَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ 
Artinya : Tebarkan salam kepada orang yang kamu kenal ataupun tidak kamu kenal ( Al hadits ).    Dalam hadits lain yang berbicara tentang masalah senyum Rasulullah saw bersabda :
 تَبَسُّمُكَ عَلَى وَجْهِ أَخِيْكَ صَدَقَةٌ
 Artinya : " Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. "
 Makrip.Humas.

Rabu, 16 Maret 2016

Tips Suskes UN (Ujian Nasional) 2016

UN (Ujian Nasional) tahun pelajaran 2015/2016 akan menggunakan irisan bahan pelajaran antara Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013. Materi-materi masuk dan menjadi bahan ujian hanyalah materi pelajaran yang telah dipelajari oleh semua siswa berdasarkan irisan Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013 tersebut.

Selain itu, format kisi-kisi UN 2016 ini pun berbeda dengan format kisi-kisi UN tahun 2015 atau tahun sebelumnya karena memuat level kognitif. Jadi sangat penting bagi kamu untuk mendownload kisi-kisi yang telah dipublikasikan oleh pemerintah atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam hal ini BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Kisi-kisi UN untuk semua jenjang tentang diterbitkan oleh BSNP pada akhir Desember 2015 lalu.
Baiklah, berikut beberapa tips agar kamu sukses dalam UN 2016 mendatang:


  • Miliki segera kisi-kisi UN 2016 sesuai dengan jenjang pendidikanmu (SMP, SMA/MA, SMK, Program Paket B, atau Program Paket C). Download kisi-kisi tersebut melalui link yang diberikan di atas.
  • Pelajari dan pahami maksud dari kisi-kisi UN 2016. Kamu boleh bertanya kepada gurumu, jika tidak memahaminya dengan baik.
  • Kumpulkan bahan-bahan untuk belajar mulai dari sekarang. Kumpulkan buku-buku yang diperlukan, contoh-contoh latihan soal Un, dan sejenisnya untuk bahan belajarmu.
  • Atur waktumu sedemikian rupa sehingga kamu dapat menyisihkan waktu untuk belajar materi UN 2016, tanpa mengesampingkan waktu belajar untuk mata pelajaran lain, tugas-tugas dan PR rutin, dan waktu bermain atau bersantaimu. 
  • Jangan sekali-kali menunda belajar dan mengumpulkan bahan sehingga semuanya menjadi berlarut-larut. Ingatlah bahwa waktu adalah sumber daya terbatas yang kamu miliki. Untuk SMA/MA/SMK masih ada waktu sekitar 4 bulan lagi untuk mempersiapkan diri mengikuti UN 2016, sementara untuk tingkat SMP/MTs masih ada waktu 5 bulan lagi. Walaupun demikian, tanpa terasa waktu akan terus berkurang dan kamu harus membagi-bagi waktu yang tersedia itu untuk mempelajari kembali semua materi Ujian Nasional 2016 yang bejibun itu.
  • Percayalah bahwa semua orang akan mampu menghadapi UN 2016 dengan baik, asalkan berusaha sungguh-sungguh. Belajar sepenuh hati, berdoa, dan tetap disiplin menjalankan agenda belajarmu. 
  • Dengan rasa percaya diri yang kamu miliki, kamu harus berjuang untuk masa depanmu. Walaun UN 2016 tidak menentukan kelulusan dan dapat diulang pada tahun berikutnya bila kamu tidak puas dengan nilai yang diperoleh, akan tetapi, lebih baik kamu mulai dari sekarang untuk mempersiapkan diri. Sangat penting agar kamu tidak punya niat untuk curang, culas, mencontek, membeli paket kunci jawaban dan sebagainya yang selalu menjadi isu negatif selama pelaksanaan UN beberapa tahun belakangan. Percayalah bahwa nilai UN yang murni hasil kemampuan kamu dalam belajar jauh lebih baik daripada nilai yang diperoleh dengan cara-cara tidak baik.
  • Kamu punya kebiasaan yang tidak produktif dan tidak penting dan menghabiskan banyak waktu untuk itu? Bingung? Gini, jangan terlalu banyak nonton acara TV yang tidak bermutu, macam sinetron alay, atau kartun. Boleh sih nonton beberapa, tapi pilih yang paling kamu suka saja dan bagus. Jangan melulu duduk di depan TV atau online hampir berjam-jam di media online. Belajarlah mengurangi kebiasaan tidak produktif ini, lalu gantilah dengan belajar atau membaca buku. Intinya perbanyak durasi belajarmu dari biasa, dan kurangi durasi kebiasaan atau kegiatan yang kurang bermanfaat. Ini untuk masa depan kamu juga.
  • Kalau sedang belajar, buat catatan tentang apa yang telah kamu pelajari. Walapun bentuknya hanya coretan-coretan kecil di kertas-kertas bekas. Kumpulkan saja, lalu bendel jadi bagian-bagian (jilid) berdasarkan pokok bahasan atau mata pelajaran.
  • Buat matriks (tabel) berdasarkan kisi-kisi UN 2016 untuk menandai materi-materi yang telah dipelajari, akan dipelajari dan sedang dipelajari.
  • Jika kamu punya teman yang menurut kamu cocok untuk diajak belajar bersama, maka bentuklah sebuah kelompok belajar. Tapi ingat ini adalah kelompok belajar, bukan kelompok untuk ngrumpi atau bermain-main dan arah belajarmu justru menjadi tak jelas dan tak tertarget. Pandai-pandailah memilih kawan untuk kebaikanmu sendiri. 
  • Jagalah selalu kesehatan, walaupun kamu menambah jam belajar, itu bukan berarti kamu harus mengurangi waktu istirahat. Yang harus dikurangi itu adalah waktu yang digunakan untuk kegiatan yang tidak produktif seperti jalan-jalan, nonton TV, facebookan, atau BBM-an.
  • Pelajari materi UN 2016 secara mandiri, jika kesulitan, tanyakan pada guru saat belajar di sekolah, atau boleh juga jika kamu mengikuti les dan bimbingan belajar, tanyakan pada pengajarnya.
Demikian beberapa tips yang dapat kami berikan, semoga dengan UN 2016 yang beda dengan UN tahun-tahun sebelumnya, kamu justru mendapat kesuksesan dengan meraih nilai yang bagus melalui kemampuan dan usaha yang kamu miliki, tanpa harus berlaku curang atau perilaku tidak terpuji lainnya yang mencoreng hasil Ujian Nasional kamu sehingga menjadi tidak bermakna apa-apa buat kamu.