TB

<< MTs. NEGERI 2 LOMBOK BARAT >> << ISLAMI, UNGGUL, DAN TERAMPIL >>

Senin, 21 September 2015

.....POKOKNYA BERKURBAN......

HARI RAYA IDUL ADHA sangat identik dengan berkurban. Berkurban, kalau kita renungkan lebih dalam merupakan keniscayaan yang tidak bisakita hindari.Terlepas apapun agama dan keyakinan seseorang, bahwa dalam kehidupan sehari-hari pada intinya adalah rangkain pengurbanan. Seorang ayah yang bekerja dari pagi sampai malam tanpa merasa lelah adalah bentuk pengorbanan manusia sejak Nabi Adam diturunkan di mukai bumi, seorang calon pemimpin yang ingin menduduki posisi tertentu maka dia harus rela mengurbankan harta yang tidak sedikit.

Minggu, 20 September 2015

MARCHING BAND MTs.NEGERI KEDIRI, MANTAP!!!!

MTs.Negeri Kediri dalam dua tahun belakangan ini telah banyak memberi warna terhadap naiknya citra madrasah di masyarakat. Madrash tidak lagi dipandang sebagai lembaga pendidikan yang hanya menyelenggarakan pendidikan agama, tapi juga sangat konsen terhadap pendidikan umum, dan aneka kegiatan non akademik yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan bakat dan minta siswa. Dalam posisi ini MTs.Negeri Kediri berupaya salah satunya melalui keberadaan Marching band.

Dengan usianya yang masih sangat baya, Marching Band ini telah banyak berkiprah dalam event-event setarap kabupaten untuk menunjukkan kebolehannya. Pada peringatan ulangan tahun Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat 2015 atau selama ini kita kenal dengan Hari Amal Bhakti (HAB) Marching Band ini dipercaya menjadi pengiring dalam upacara puncak peringan HAB Kementerian Agama di Kantor Kementerian Kabupaten Lombok Barat di Giri Menang Gerung. Selain itu, Maching Band ini juga ikut meyemarakkan pawai Marching se Lombok Barat yang diadakan oleh Pondok Pesantren Al- Muslimun belakangan ini. Berikut ini beberpa foto dan video yang bisa dinikmati.Akmal.



Jumat, 18 September 2015

EKSTRA KARATE

Salah satu ekskul yang banyak dipilih oleh siswa di MTs.Negeri Kediri adalah ekstra Karate. Walaupun masih belum semua peserta yang ikut memilki baju latihan yang seragam, mereka sangat antusias mengikuti latihan setiap sore. Adapun peserta yang ikut adalah kebanyakan dari kelas VII dan VIII terdiri atas siswa laki dan perempuan.




Menurut pelatih kegiatan ini, Pak NUrjani, yang sekaligus menjadi waka kesiswaan, bahwa kegiatan ini lebih diutamakan untuk kepentingan kesehatan siswa serta penrimbangan terhadap perkembangan fisik siswa. Dengan pertimbangan ini maka kegiatan ini tentunya sangat penting dan harus didukung oleh semua pihak. Demikian disampaikan oleh Selamet Ridwan, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Kediri. Akmal.

ROHIS PAGI

Untuk lebih memaksimalkan pertumbuhan bakat dan minat siswa,khusunya dalam Bahasa Inggris dan Arab, MTs. Negeri Kediri berupaya menyelenggarakan berbagai macan bentuk kegiatan. Salah satu kegiatan yang menjadi andalan adalah kegiatan ROHIS (Rohani Islam) yang dilaksankan setiap pagi sebelum KBM di dalam kels dimulai.

 Kegiatan ROHIS pagi ini diisi dengan English Conversation (Percakapana Bahasa Inggris) dan Muhadasah Bahasa Arab dengan pola listen and repeat. Dengan pola ini siswa diberikan berbagai jeni s situasi percakapan yang selanjutnya dibaca setiap pagi sampai siswa menghafal percakapan tersebut. Kegiatan ini biasanya membutuhkan hampir satu minggu sampai sebagian besar siswa menghafal percakapan tersebut. Pada minggu berikutnya siswa diberikan percakapan dengan situasi yang sma namun menggunakan Bahasa Arab. Inipun juga siswa diharuskan mneghafal percakapan tersebut. Dalam kurun waktu seminggu tersebut, kadang-kadang siswa diminta bersama pasangannya untuk memperaktekan percakapan yang sudah dihafalnya. Dalam kondisi ini, siswa diminta untuk mengganti peran yang ada dalam teks percakapan tersebut digant dengan nama mereka masing-masing.

Selasa, 15 September 2015

PENGURUS KOMITE BARU

Kediri Inmas,_Dalam rangka menyambung hubungan silaurrahmi dengan wali muruid, MTs.Negeri Kediri megadakan pertemuan. Dalam pertemuan ini semua wali murid kelas VII,VIII, dan IX diundang untuk mendapatkan penjelasan tentang berbagai program yang sedang dijalankan oleh pihak Madarasah, khususnya program pengembangan bakat dan minat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu pihak madrasah, dalam hal ini diwakili oleh Kepala Madrasah, Selamet Ridwan, S.Ag.,menyampaikan beberapa rencana pembangunan infrastruktur guna menunjang kenyamanan pelaksanaan KBM, seperti pembangunan ruang kelas baru, ruang perpustakaan, ruang laboratorium IPA dan penembokan keliling lingkungan madrasah. Pertemuan ini dihadiri oleh ketua dan pengurus komite yang baru.
Dalam kesempatan ini, ketua komite terpilih, DR.Sahabudin memamparkan bahwa komite merupakan wadah perwakilan orang tua siswa dalam upaya ikutserta dalam mengembangkan potendsi yang dimiliki madrasah dalam menunjang keberhasilan proses KBM yang efektif dan efesien. Akmal.


PELANTIKAN OSIS BARU

Untuk melanjutkan estafet kepengurusan OSIS di MTs.N. Kediri, baru-baru ini telah dilaksanakan serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru. Pengurus baru ini merupakan hasil pemilihan langsung yang dilakukan oleh para siswa dan guru lingkup Madrasah Tsanawiyah Negeri Kediri dengan hasil dari pemilihan yang dilaksanakan adalah Ahmad Zarwan, kelas VIII A terpilih menjadi ketua OSIS yang baru. 
Serah terima jabatan ini ditandai dengan pelantikan pengurus baru oleh kepala MTs.N. Kediri Selamet Ridwan,S.Ag. yang didampingi oleh pembina OSIS, Muh. Zainal Abidin, S.Pd. dan disaksikan oleh semua dewan guru. Selamet Ridwan mengucapkan terima kasih kepada Pengurus OSIS yang lama atas terobosan-terobosan yang dilakukan khususnya dalam menghidupkan dan memajukan OSIS, dan kepada Pengurus Baru agar terus melakukan koordinasi dengan Pengurus lama dalam mengaktifkan dan memajukan OSIS MTsN Kediri yang kita cintai ini.Akmal.

Selasa, 05 Mei 2015

MTS. NEGERI KEDIRI LAKSANAKAN “PONDOK UN”


Sudah menjadi tradisi dalam setiap pelaksanaan Ujian Nasional (UN), MTs.Negeri Kediri melakukan program pengasramaan atau “pemondokan”. Hal ini dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan. Pertama, dari orang tua/ wali murid sangat memandang positif karena siswa akan lebih terbimbing dan terarahkan dalam belajar. Bagi sebagian orang tua, kadang cukup sulit untuk mengarahkan putra-putri mereka untuk belajar di rumah walaupun sedang UN. Bagi mereka, anak-anak lebih tertarik “bermain” dengan HP atau nonoton sinetron. Kedua, bagi siswa , kegiatan ini ternyata memiliki makna tersendiri. 

Selama tingggal di asrama mereka banyak berbagi cerita dan pengalaman kepada guru dan temannya. Di sini mereka bisa belajar bagaimana saling menghargai , berempati, dan peduli kepada teman yang lain. Dan ini akan menjadi cerita yang menarik setelah mereka melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi nantinya. Ketiga, bagi madrasah, kegiatan ini akan memberikan nilai tambah “keunikan” jika dibandingkan dengan sekolah atau madrasah lain karena jarang ada madrasah atau sekolah negeri yang melakukan program ini. Nampaknya, ini buah “daur ulang” kegiatan pondok pesantren(ponpes) yang nota benenya sebagian besar guru yang mengajar di madrasah ini berlatarbelakang pendidikan ponpes. 

Melalui program ini, madrasah dapat melakukan pendidikan pembiasaan dengan lebih intensif. Layaknya pendidikan di ponpes, para siswa diatur dengan ketat mulai dari kapan harus tidur, shalat malam, shalat berjama’ah , baca Qur’an, berzikir, berdo’a, dan ibadah lainnya. Kegiatan pembiasaan ini tidak bisa dilaksanakan dengan baik jika siswa tidak tinggal di “pondok”. 

Pada posisi ini makna “Pondok UN” memiliki dampak yang sangat baik dan layak untuk dicontoh. Keempat,bagi panitia UN, program ini akan memudahkan penyampaian informasi terkait dengan tata tertib pelaksanaan UN mulai dari alat tulis yang akan digunaka dan cara menjawab di LJK. Lebih penting lagi, siswa akan terhindar dari kemungkinan datang terlambat, tergesa-gesa, atau menerima kunci jawaban yang beredar dari HP atau orang yang tidak bertanggung jawab seperti yang sering terjadi selama ini. Dengan demikian siswa akan lebih tenang dan terfokus pikirannya dalam menjawab soal-soal UN. Semoga program “Pondok UN” ini akan menjadi sarana belajar dan kegiatan yang bermanfaat dan memberikan memori tersendiri bagi siswa.Akmal.